Selasa, 17 Mei 2011

Sub Machine Gun (buatan Armenia dan Austria)

ARMENIA


    K6-92
  
K6-92 adalah senapan mesin ringan dikembangkan selama awal 1990-an di republik Armenia, yang merdeka pada tahun 1991 setelah jatuhnya Uni Soviet. Pada saat itu Armenia terlibat dalam konflik lokal dengan Azerbaijan (bekas republik Uni Soviet), dan sangat membutuhkan untuk senjata ringan. Senapan mesin ringan adalah salah satu senjata otomatis paling sederhana untuk desain dan pembuatan, sehingga insinyur Armenia cepat mengembangkan senjata sederhana, yang dapat dengan mudah diproduksi .


 Karakteristik
Kaliber  : 9x18 Makarov PM
Berat : 1,96 kg
Panjang (stock tertutup / terbuka) : 370 / 700 mm
panjang laras : 150 mm
kapasitas magasin : 17, 25 dan 30 



AUSTRIA 

Steyr - Solothurn S1-100 / MP-34







Karakteristik
Kaliber  : 9x19mm Luger / Parabellum Steyr, 9x23​​, 9x25 Ekspor Mauser
Berat : 4,25 kg kosong
Panjang  : 850 mm
panjang laras : 200 mm
Putaran :  400-500 putaran per menit
kapasitas magasin : 32 ​​
Jarak tembak efektif :  150-200 meter


Steyr MPi 69 and MPi 81

Steyr MPI 69 senapan mesin ini dikembangkan oleh perusahaan Austria Steyr-Daimler-Puch selama awal tahun enam puluhan dan mulai produksi, di sekitar tahun 1981. Versi selanjutnya  MPI 81 dan diproduksi sampai sekitar pertengahan 1990-an. Kedua versi masih digunakan oleh beberapa polisi dan pasukan militer di Eropa dan tempat lain.

                                                  Steyr MPi 69

                                                  Steyr MPi 81

Karakteristik
Kaliber : 9x19mm Luger / Para
Berat : 3.13 kg kosong
Panjang (stock tertutup / terbuka) : 465 / 670 mm
Panjang Laras : 260 mm
Putaran : 550 putaran per menit
 kapasitas magasin : 25 dan 32
Jarak tembak efektif : 100-150 meter


Steyr TMP



Karakteristik
Kaliber : 9x19mm Luger / Parabellum
Berat : 1,3 kg kosong
Panjang : 282 mm
Putaran : 800-900 putaran per menit
kapasitas magasin : 15 dan 30


Steyr AUG Para
Senapan mesin ringan 9mm Para merupakan konversi reversibel dari senapan serbu Steyr AUG asli, ditujukan sebagian besar untuk polisi dan operasi khusus. Senjata ini menggabungkan dimensi relatif kompak dengan akurasi yang baik (dibandingkan dengan senapan mesin ringan lainnya 9mm), Jika perlu, Steyr AUG 9mm senapan mesin ringan juga dapat dilengkapi dengan peredam.

                                                           Steyr AUG A1 Para

                                                            Steyr AUG  A3 XS 


Karakteristik
Data untuk Steyr AUG A3 XS
Kaliber : 9x19mm Luger / Parabellum
Berat kosong : 3,0 kg
Panjang  : 610 mm
Panjang Laras : 325 mm
kapasitas magasin :  25
Putaran :  700 putaran / menit





  

Senin, 16 Mei 2011

Sub Machine Gun Klasik (Buatan Argentina dan Australia)


 Argentina


a)      FMK-3
 FMK-3 senapan mesin ini dikembangkan oleh perusahaan Militares Fabricaciones dari Argentina sekitar tahun 1974 dan diproduksi oleh pabrik Arms Kecil Domingo Matheu. Digunakan oleh Angkatan Darat dan Kepolisian Argentina, dan juga, dalam versi semi-otomatis dijual kepada warga sipil dengan kode  FMK-5.


 
Karakteristik
Kaliber: 9x19mm Luger / Para
Berat: 3,40 kg kosong
Panjang (stock tertutup / terbuka): 523 / 693 mm
Panjang Laras: 290 mm
Putaran: 650 putaran per menit
kapasitas magasin: 25, 32 dan
Jarak tembak efektif : 100 meter

b)      Halcon M/943
Senapan mesin ringan Halcon M/943 (Pistola ametralladora Halcon, modelo 1943) dikembangkan oleh Argentina dibuat oleh Fabrica de Armas Halcon. Hal itu dibuat untuk tentara Argentina dan polisi; varian lebih ringan dan lebih kompak dari senjata yang sama itu dibuat sebagai Halcon M/946 untuk Angkatan Udara (Carabina ametralladora Halcon, modelo Aeronautica Argentina 1946). Senjata ini jarang ditemui di luar Amerika Selatan.


Karakteristik
 Kaliber :  .45 ​​ACP
Berat :  4,05 kg
Panjang : 850 mm
Panjang laras  : 292 mm
Putaran : 700 putaran per menit
kapasitas magasin : 17 dan 30


c)       Halcon ML-63
Halcon ML-63, senjata mesin ringan (Pistola ametralladora Halcon, Modelo Liviano 1963) dikembangkan pada tahun 1963 oleh Argentina dibuat oleh Fabrica de Armas Halcon. Senjata ini digunakan oleh pasukan bersenjata Argentina selama konflik dengan Inggris Raya di pulau Falkland. Ini juga digunakan oleh polisi Argentina hingga awal 1990-an.




Karakteristik
 Kaliber : 9x19mm Luger / Parabellum
Berat :  3.6 kg
Panjang (stock tertutup / terbuka) : 500 / 690 mm
Panjang Laras : 170 mm
Putaran : 600 putaran per menit
kapasitas magasin : 20 dan 42


Australia 

a)      Austen
Senapan mesin ringan Austen adalah senjata yang pembuatannya mendesak, diproduksi oleh Australia pada awal Perang Dunia 2 dalam mengantisipasi kemungkinan invasi Jepang. Hal ini didasarkan pada senapan mesin ringan British Sten (Austen sarana Sten Australia), meskipun beberapa fitur disalin dari MP40 Jerman. Sekitar 20 ribuan Austen Mk.1 diproduksi selama WW2, tetapi tidak dapat mencapai popularitas dengan saingan utama n, senapan mesin ringan Owen, karena Owen jauh lebih handal, terutama di bawah kondisi lingkungan yang ekstrim dalam peperangan.



 Karakteristik
Kaliber  : 9x19mm Luger / Parabellum
Berat  : 3.98 kg
Panjang (stock tertutup / terbuka) : 552 / 732 mm
Panjang laras : 198 mm
Putaran : 500 putaran per menit
kapasitas magasin : 30

b)      Owen
Evelyn Owen, Australia, mengembangkan senjata pertama otomatis pada tahun 1939, dan menawarkannya kepada tentara Australia. Pada tahun 1941, Owen lebih banyak menghasilkan beberapa prototipe, kaliber .45 ACP, 9mm Luger dan bahkan .38; Pekerjaan ini dilakukan di Lysaghts Newcastle di New South Wales, Australia. 9mm prototipe, yang dibuat oleh Lysaghts, diuji terhadap Thompson dan senapan mesin ringan Sten, dan lebih unggul dari keduanya. Diadopsi pada tahun 1942, senapan ini diproduksi hingga 1945 dalam tiga versi dasar, Mark 1-42, Mark 1-43 (atau Markus 1 Kayu butt), dan Mark 2. Sekitar 45 000 Owen SMGs dibuat oleh Lysaghts, dan ini tetap dipakai pasukan Australia sampai tahun 1960, melalui Perang Dunia 2, perang Korea dan Vietnam. Pada umumnya, senjata-senjata ini sangat disukai oleh tentara karena, kehandalan ketahanan mereka dan kesederhanaan. Satu-satunya kelemahan dari Owen SMG adalah beratnya.

                                                Owen .45ACP

                                                  Owen .32ACP

                                                  Owen Mk.1-42

                                                   Owen Mk.1-43


Karakteristik
Kaliber: 9x19mm Luger / Para
Berat: 4.22 kg dibongkar
Panjang: 813 mm
Panjang Laras: 247 mm
Putaran: 700 putaran per menit
 kapasitas magasin: 32
Jarak tembak efaktif: 100-200 meter


c)       F1
Senapan mesin ringan F1 telah dirancang  Australia dan dibuat oleh Lithgow Arms pada tahun 1962. Awalnya dikenal sebagai X-3 prototipe, ternyata pada tahun 1962 sebagai pengganti Owen. Hal ini diadopsi sebagai F1 pada pertengahan tahun enam puluhan, dan dipakai sampai akhir tahun delapan puluhan, ketika secara resmi digantikan oleh senapan serbu F88 5.56mm, versi lisensi-terbuat dari Steyr Agustus F1 senjata sederhana, handal dan populer.


Karakteristik
Kaliber: 9x19mm Luger / Para
Berat: 3,26 kg dibongkar
Panjang: 715 mm
Panjang Laras: 203 mm
Putaran : 600 putaran per menit
kapasitas magasin : 34
Jarak tembak efektif : 100-200 meter


 

Jumat, 13 Mei 2011

Sniper Riffle .50 inch


Kaliber .50 inchi

- Barret Light Fifty
Senapan buatan Amerika ini ada beberapa varian yaitu : 

                                    M82A1


                                   M90


                                 M95 


                               M99


Spesifikasi M82A1 :
Kaliber : 12,7 mm
Panjang : 1,54 m
Bobot : 14,7 kg
jarak tembak efektif : lebih dari 1.000 m

-PGM UR HECATE II
Dibuat oleh pabrikan PGM Precision Company dari Perancis. Senapan ini menganut system free-floating barrel, komponen anti hentakan di ujung laras, bi-pod, serta penyangga tunggal pada popor. Kesatuan di TNI yang sudah mengoperasikannya adalah Den Bravo AU. Dilengkapi magasen berisi tujuh peluru.


Spesifikasi
Kaliber : 12,7x99 mm
Panjang : 1,38 m
Bobot : 13,8 kg
Jarak tembak efektif : lebih dari 1.000 m


-RT-20
Kroasia rupanya tidak mau ketinggalan dalam memproduksi senapan caliber besar. Senapan ini diberi nama Antimateriel Sniper Riffle RT-20. Keunikan senjata ini terletak pada posisi popor yang ditahan di bahu, ada pula bagian yang harus dipanggul.


Spesifikasi
Kaliber : 20x110 mm Hispano
panjang : 1,33 m
Bobot : 19,2 kg
Jarak tembak efektif : lebih dari 1.800 m


- MECHEM NTW 20
Diproduksi oleh pabrikan Denel, Afrika Selatan. Senjata ini bisa memuntahkan dua tipe peluru, dengan mengganti laras maka NTW-20 bisa menggunakan peluru caliber 14,5 mm Rusia atau caliber 20 mm. Basis dari senapan ini adalah senapan MG 151 eks Nazi Jerman pada PD II.


Spesifikasi
Kaliber : 20x83,5 mm MG151 atau 14,5x114 mm Rusia
Panjang : 1,79 m/ 2,015 m
jarak tembak efektif : 1.500 – 2.300 m



-OSV-96
Dikembangkan oleh KBP Design Bureau, Rusia.  Menganut system tembakan tembakan gas semi otomatik dengan kokangan model rotasi. Senapan ini bisa dilipat setengah meter dari panjang sebenarnya, sehingga lebih ringkas.


Spesifikasi
Kaliber : 12,7x108 mm
Panjang total : 1,74 m
Bobot : 12,9 kg tanpa teleskop dan amunisi
Jarak tembak efektif : belum pernah dipublikasikan


(Sumber: Majalah Angkasa) 


Selasa, 10 Mei 2011

Sniper Riffle


Berikut merupakan beberapa jenis senapan yang sering dipakai Sniper dari jaman dulu sampai sekarang :

a)      Mosint Nagant M1891
Sesuai kodenya senjata ini pertama kali diproduksi pada tahun 1891, dipakai oleh unit sniper Rusia untuk menghadapi Nazi. Untuk varian penembak jitu kode senjata ini dirubah menjadi M1891/30. Untuk tipe ini dilengkapi dengan teleskop dan modifikasi pada pengokang.

 
Spesifikasi
Kaliber : 7,62x54 mm
Panjang : 1,3 m
Bobot : 4,36 kg
Jarak tembak efektif : 1.000 m

b)      Garand M1C/D
Awalnya senjata ini untuk memenuhi kebutuhan bagi pasukan regular pada Perang Dunia II. Untuk memenuhi kebutuhan bagi Sniper senjata ini diberi tambahan teleskop dan peredam sinar (flash surpressor) berbentuk corong. Keunikannya pada penempatan teleskop yang dibuat miring, karena Garand menganut system pengisian magasen lewat atas.


Spesifikasi
Kaliber : 7,62 mm
Panjang : 1,1 m
Bobot : 4,3 kg
Jarak tembak efektif : 500 m

c)       Arisaka Meiji 38th Year
Merupakan senapan infanteri buatan Jepang yang diubah menjadi senapan Sniper. Arisaka merupakan senapan hasil karya Kolonel Arisaka. Untuk keperluan Sniper senapan ini diberi tambahan antara lain teleskop dengan empat kali pembesaran, tudung kokang, serta penataan ulang posisi handle kokang.

Spesifikasi
Kaliber : 6,5x50 mm
Panjang : 1,28 m
Bobot : 4,3 kg
Jarak tembak efektif : 1.000 m

d)      M 21
Merupakan salah satu senapan infanteri Amerika yang disulap menjadi sanapan bagi Sniper. Senapan ini mempunyai kelemahan yaitu saat ditembakkan pada mode otomatis, henrakan yang dihasilkan terlalu besar. Sehingga harus digunakan mode semi otomatik untuk mengurangi hentakan tadi.


Spesifikasi
Kaliber : 7,62x51 mm NATO
Panjang : 1,12 m
Bobot : 3,9 kg
Jarak tembak efektif : 800 m


e)      Steyr SSG69
Diproduksi oleh pabrikan Steyr Austria, senapan ini dilengkapi dengan teropong Kahles ZF69 dengan pembesaran hingga enam kali.

Spesifikasi
Kaliber : 7,62x51 mm NATO
Panjang : 1,14 m
Bobot : 3,9 kg
Jarak tembak efektif : 1.000 m

f)       Mauser SP66
Senapan ini merupakan produksi Jerman yang mempunyai beberapa kelebihan antara lain, popor bisa disetel, Sistem pengokang (bolt action) ringkas sehingga mudah dioperasikan, serta muzzle brake dan flash surpressor yang menyatu dengan laras.


Spesifikasi
Kaliber : 7,62x51 mm NATO
Panjang : 1,21 m
Bobot : 6,12 kg (plus teleskop)
Jarak tembak efektif : 1.000 m

g)      Parker-Hale Model 85
Diproduksi oleh Inggris, senapan ini berfungsi ganda selain sebagai senapan Sniper, senapan ini juga cocok dipakai untuk berburu.

Spesifikasi
Kaliber : 7,62x51 mm NATO
Panjang : 1,15 m
Bobot : 5,7 kg (plus teleskop)
Jarak tembak efektif : 1.000 m

h)      Dragunov SVD
Merupakan salah satu senpan andalan Rusia pasca kejayaan Mosint Nagant. Berbasis dari senapan AK yang telah dilakukan perombakan. Sistem gas pelontar lebih pendek ketimbang AK, merupakan solusi agar tetap stabil saat senjata ditembakkan walau pada mode semi otomatis.
Mempunyai tingkat akurasi yang tinggi, didapat dari kombinasi panjang laras dan bantuan teleskop. Senjata ini mulai diperkenalkan pada tahun 1963.

Spesifikasi
Kaliber : 7,62x54R Rusia
Panjang : 1,25 m
Bobot : 4,3 kg
Jarak tembak efektif : 1.000 m

i)        Accuracy International L96A1
Dipakai sebagai senapan Sniper AD dan Marinir Inggris, senapan ini mengaplikasi bipod berbahan aluminium serta penggantian laras bersistem cepat (quick change). Ada tiga tipe peluru yang bias dilontarkan, masing-masing Remington 7mm, .300 Winchester Magnum, .338 Lapua Magnum. Selain itu juga terdapat versi berperedam dengan peluru subsonik.


Spesifikasi
Kaliber : 7,62 mm NATO
Panjang : 1,16 m
Bobot : 6,2 kg
Jarak tembak efektif : 1.000 m

j)        H&K G3SG1
Senapan ini berbasis dari senapan serbu G3 buatan Heckler & Koch dengan melakukan berbagai perombakan seperti, laras yang dibuat khusus, system pelatuk sensitive, bi-pod, hingga teleskop. Sehingga versi special ini mendapat imbuhan label Scharfschutzen Gewehr 1 (SG1).


Spesifikasi
Kaliber : 7,62 mm NATO
Panjang : 1,02 m
Bobot : 4,4 kg
jarak tembak efektif : 500 m

k)      Galil Sniper
Basis dari senapan ini adalah senapan serbu Galil buatan Israel, ada beberapa hal yang dirombak yaitu, laras yang lebih berat, bi-pod, teleskop serta popor yang bisa disetel. Senapan ini hanya menggunakan mode semi otomatik.


Spesifikasi
Kaliber : 7,62 mm NATO
Panjang : 1,11 m
Bobot : 6,4 kg
Jarak tembak efektif : 800 m
  
                                                                                                        (Sumber : Majalah Angkasa)





Senin, 09 Mei 2011

Istilah-istilah persenjataan


Berikut adalah beberapa istilah yang sering digunakan dalam persenjataan atau sniper :
1.       Armor Piercing : Suatu peluru (proyektil) yang dibuat dari inti baja yang dikeraskan, dalam selimut peluru, yang mampu menembus lapisan baja tebal.
2.       Balistik : Suatu ilmu mengenai gerak, sifat dari proyektil peluru; suatu ilmu atau seni merancang dan menggerakkan proyektil untuk mendapatkan hasil yang diinginkan.
3.       Ball : Istilah standar untuk peluru militer, model selimut utama sebuah peluru. 
4.       Bipod : Alat bantu penegak yang ditopang dengan dua tiang besi/metal sebagai keseimbangan.
5.       Breech Loading : Senapan yang mekanisme pengisian mesiu/pelurunya dari bagian belakang (popor).
6.       Cartridge : Selongsong peluru.
7.       Crosshairs : Titik pertemuan antara garis vertical dan horizontal pada lensa teleskopik. Disebut juga sebagai gratikula atau silang kawat.
8.       Eye Relief : Jarak antara mata penembak dengan bagian belakang lensa teleskop. Rata-rata jarak normalnya adalah 3 inch atau sekitar 75 mm.
9.       Explosive Bullet : Peluru yang berisi peledak kecil yang dapat menyala dengan suatu sebab, didesain untuk menyalakan tangki bahan bakar.
10.   Flintlock: Mekanisme picu pada senapan yang mengandalkan batu api untuk menyulut bubuk mesiu.
11.   Kaliber : Berasal dari bahasa Belanda “Calibre” yang berarti diameter atau garis tengah suatu peluru.
12.   Kamuflase : adalah suatu metode yang memungkinkan suatu benda atau obyek yang biasanya mudah terlihat menjadi tersamar atau sulit dibedakan dengan lingkungan sekitarnya.
13.   LRSR : Long Range Sniper Riffle, adalah suatu istilah untuk senapan sniper yang mempunyai jarak jangkau jauh dan akurasi tingkat tinggi. Pada umumnya senapan sniper jenis ini menggunakan peluru caliber .50 inci atau 12,7 mm.
14.   Lensa : sebuah alat bantu pandang teleskopik modern, pada sisi penembak adalah lensa okuler di belakang lingkup dan lensa objektif di bagian depan.
15.   Magazin : tempat penyimpanan peluru pada senapan atau pistol otomatis.
16.   Muzzle Brake : adalah suatu ikatan yang dipasangkan pada moncong senapan caliber besar, biasanya senapan dengan caliber diatas .50 inci. berguna untuk membelokkan propelan gas pada bagian sisi dan belakang senapan yang dapat mengurangi hentakan balik saat peluru ditembakkan.
17.   Muzzle Loading : suatu mekanisme pengisian mesiu/peluru dari bagian depan (moncong).
18.   Proyektil : bagian peluru yang terpisah dari selongsong saat ditembakkan.
19.   Rangefinder : suatu alat yang membantu daya pandang, yang mampu menghitung jarak secara elektronik.
20.   Rekoil : reaksi fisika yang dihasilkan oleh energi  peluru yang meninggalkan moncongnya. Semakin besar kaliber peluru, semakin besar hentakan daya tolak baliknya. Hal ini dapat diimbangi dengan peningkatan beban senapan yang membantu penyerapan energy tersebut. Pada beberapa senapan 14,7 mm atau yang lebih besar dari 20 mm menggunakan plat logam hidrolik sebagai peredam. Dikenal sebagai daya tolak balik.
21.   Retikula : istilah ini banyak digunakan di Amerika yang mengacu pada crosshair dan graticula.
22.   Smokeless Powder : mesiu, bahan mudah meledak.
23.   Smoothbore : senapan dengan laras tak berulir.
24.   Sudut Elevasi : tingkatan barel pada senapan untuk menunjukkan titik jatuhnya peluru. Semakin jauh jarak tembak, semakin besar sudut yang harus digunakan.
25.   Teleskop : adalah suatu alat untuk membantu penglihatan dengan lensa yang mampu menampakkan objek atau gambar lebih besar dan lebih dekat.
26.   Trajectory : alur suatu peluru saat melesat; Jarak antara penembak dengan target dengan mengenali jejak peluru dengan suatu penyesuaian.
27.   Velocity : kecepatan least suatu peluru saat ditembakkan.
28.   Windage : efek suatu peluru terhadap gaya lain disekitarnya seperti angin, yang berakibat pada tepat atau tidaknya peluru terhadap sasaran; Gap antar peluru pada senapan serdadu kuno.
29.   Zeroing : memastikan suatu titik ketepatan dimana peluru akan ditembakkan pada target, dimana keadaan ini akan selalu dicek yang memungkinkan penembak untuk mengkalkulasi cakupan yang lebih panjang atau lebih pendek seperti halnya menaksir windage.

(Sumber : Efendi, Huda. 2010. Sniper. Yogyakarta. MataPadi Pressindo)